Terapi NurSyifa’

" Berdasarkan Al-Qur'an & As-Sunnah "


Kami sangat Bersyukur kepada Allah SWT karena Keluarga Kami telah diberi Anugerah, di-Karuniai berbagai Hikmah, Kemampuan yang Bermanfaat bagi Kami sekeluarga dan bagi Orang banyak.

Kami berusaha terus untuk Mengamalkannya dengan Kesungguhan Hati, dengan Tulus Ikhlas Karena Allah Ta'ala.

HM Bambang Irawan S. dan Keluarga Besar NurSyifa'.


KEMAMPUAN MANUSIA DALAM MENERIMA KELEBIHAN ALLAH

 

Asal Kejadian Manusia

Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa asal penciptaan manusia adalah dari tanah, baik secara langsung seperti penciptaan Nabi Adam atau melalui proses penciptaan secara ilmiah seperti anak cucu Adam. Firman Allah:

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah".

(QS. Al Mu'minun: 12)

Ayat tersebut menjelaskan tentang asal penciptaan manusia yaitu dari saripati tanah.  Ada beberapa riwayat yang menceritakan tentang proses penciptaan Nabi Adam:

  • Riwayat Ibnu Abbas: "Nabi Adam diciptakan dari tanah yang diambil dari daerah tertentu antara lain kepala diambil dari tanah Ka'bah, dada diambil dari belahan bumi, perut diambil dari tanah India, tangan diambil dari tanah bagian timur dan kaki diambil dari tanah bagian barat ".

  • Riwayat Wahab bin Munabbih: "Nabi Adam diciptakan dari tujuh macam tanah, kepalanya dari tanah pertama, lehernya dari tanah kedua, dadanya dari tanah ketiga, tangannya dari tanah keempat, punggungnya dari tanah kelima, perutnya dari tanah keenam dan paha dan anusnya dari tanah ketujuh ".

  • Riwayat lain: "Nabi Adam diciptakan dari tanah yang diambil dari tanah tertentu antara lain: kepala dari tanah Baitul Maqdis, wajah dari tanah syurga, telinga dari tanah bukit Tursina, dahi dan punggung dari tanah Irak, gigi dari tanah Kawtsar, tangan kanan dari tanah Ka'bah, tangan kiri dari tanah Persia, kaki dari tanah India, tulang dari tanah gunung, kemaluan dari tanah Babil, perut dari tanah Khurasan, hati dari tanah syurga Firdaus, lidah dari tanah Thaif dan mata dari tanah Telaga Nabi ".

  • Riwayat lain: "Allah memerintahkan malaikat untuk membuat bentuk tubuh Adam dengan tanah yang dicampur dengan empat macam air yaitu air tawar untuk liurnya, air asin untuk air mata dan keringatnya, air manis untuk ingusnya dan air pahit untuk kotoran telinga. Setelah bentuk selesai maka dibuatkan sembilan lubang: Dua lubang hidung, dua lubang telinga, dua lubang mata, lubang anus dan lubang kemaluan dan lubang mulut. Setelah sempurna maka ditiupkan ruh kedalam jasad ".

Firman Allah: " Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari air mani yang bercampur " (QS. Addahr: 2), Ayat ini menjelaskan penciptaan manusia secara proses ilmiah yaitu bercampurnya sperma laki-laki  dengan ovum wanita. Air mani yang dihasilkan manusia berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi sedangkan makanan atau minuman dihasilkan oleh bumi / tanah sebagai sumber kehidupan manusia.

 

Proses Kejadian Manusia Menurut Petunjuk Al-Quran dan Sunah 

" Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari sari tanah, kemudian kami menjadikannya air mani pada tempat yang kukuh dan terpelihara (rahim) kemudian kami menjadikan air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, lalu segumpal daging kami jadikan tulang-tulang, maka kami liputi tulang-tulang itu dengan daging, kemudian kami menjadikannya satu bentuk yang lain. Maha suci Allah sebaik-baik pencipta ".

(QS. Al Mu'minun: 12-15)

Proses kejadian manusia berawal dari dalam kandungan selama lebih kurang sembilan bulan lamanya. Selama didalam kandungan kejadian manusia mengalami beberapa proses:

Pertama dari setetes air mani setelah beberapa lama menjadi segumpal darah, kemudian setelah beberapa lama menjadi segumpal daging, kemudian dari segumpal daging tadi dijadikan tulang-tulang yang dibungkus oleh daging-daging tersebut kemudian dijadikanlah bentuk rupa yang sempurna. Didalam hadits Bukhari Muslim masa tiap-tiap perubahan adalah 40 hari dan setelah sempurna maka Allah mengutus malaikat untuk menulis empat ketentuan:

  1. Menuliskan amal perbuatannya selama hidupnya

  2. Menuliskan rizkinya kaya atau miskin

  3. Menuliskan nasibnya baik atau buruk

  4. Menuliskan ajalnya kapan, dimana dan bagaimana ia mati

Setelah itu barulah ditiupkan ruh kedalam jasadnya. Dalam satu riwayat Allah memerintahkan malaikat untuk mengambil ruh dari tempatnya kemudian dibawa kedalam syurga untuk disucikan kemudian Allah memerintahkan ruh untuk masuk kedalam tubuh manusia, dengan rasa tunduk kepada Allah ruh itu menolak masuk kedalam jasad manusia karena ruh adalah unsur yang halus dan suci titisan dari manusia yang sempurna yaitu Nabi Muhammad SAW yang tidak dapat masuk kedalam tempat yang penuh dengan dosa dan kegelapan. Allah berfirman:"Kau Saya paksa masuk kedalam jasad manusia dan untuk mengeluarkannyapun Aku paksa". Ruh mulanya masuk melalui hidung pada masa 40 th kemudian naik ke otak, kemudian mengisi kepala dan leher, kemudian turun ke dada dan pusat, kedua tangan dan kaki sampai tersebar keseluruh tubuh membentuk darah.           

Allah menciptakan manusia dengan sempurna yaitu diberikannya bentuk tubuh yang baik, akal pikiran dan nafsu, kemudian manusia itu sendiri yang menentukan mampu atau tidaknya menggunakan pemberian Allah dengan baik (QS. Attin: 4-5). Ruh sebagai power untuk menghidupkan seluruh anggota badan, Akal sebagai alat untuk menerima ilmu pengetahuan atau untuk mengetahui hakikat sesuatu secara logis tanpa mempertimbangkan hal-hal yang irasional, anggota tubuh seperti panca indra yang hanya dapat merealisasikan secara indrawi tanpa mempertimbangkan pernghalangnya. Dari semua anggota tubuh manusia hanya Hati yang dapat menerima sesuatu yang mutlak dari Allah yang maha kuasa karena hati adalah sebagai tuan dari anggota tubuh, semua aktivitas anggota tubuh digerakkan oleh hati dan hati adalah Allah yang menggerakkan.

 

Kelebihan Allah yang diberikan kepada Manusia 

" Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya " (QS.Al Bayyinah:4-6).

 " Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi manusia kebanyakan tidak bersyukur " (QS.Al Baqarah:243), (Al Mu'min:61), (Yunus:60).

" Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendakinya diantara hamba-hamba Nya " (QS.Al Baqarah:90).

Allah telah menyediakan dan memberikan beberapa kelebihan untuk manusia sehingga manusia yang asal mulanya sama diciptakan dari tanah kemudian mempunyai tingkat kelebihan yang berbeda disisi Allah karena ketaqwaan dan usaha mereka untuk mencapai kehadhirat-Nya. Kelebihan Allah yang diberikan kepada manusia diluar adat kebisaan manusia biasa (Khariqul Adat) dan diluar akal manusia, sehingga manusia yang mendapat kelebihan dapat berbuat diluar adat dan akal manusia.

 

> Para Rasul mendapat kelebihan Mu'jizat dengan jalan mendapat Wahyu dari Allah untuk bekal da'wah menegakkan agama Tauhid dan memberantas kemusyrikan.

Katakanlah:" Sesunggguhnya aku ini (asalnya) hanya manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku. Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa " (QS. Al Kahfi:110 ).

"Rasul-rasul itu kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Diantara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan Dia) dan sebagian- sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa Mu'jizat serta kami perkuat mereka dengan Ruhul Qudus " (QS.Al Baqarah:253)

 

> Para Nabi mendapat kelebihan Irhash dengan jalan mendapat Ilham dari Allah untuk bekal da'wah menegakkan kebenaran dan menghapuskan kejahatan.

" Dan sesungguhnya telah kami lebihkan sebagian Nabi-nabi itu diatas sebagian (yang lain) dan kami berikan Zabur kepada Daud " (QS.Al Isra:55).

 

> Para wali mendapat Karomah dengan jalan Mujahadah dan Riyadhoh yang tinggi dalam menjalankan pengetahuan tasauf  hingga mencapai Ma'rifat kepada Allah. Hubungan para wali dengan Allah sudah sangat harmonis sehingga segala kelakuan mereka dalam ketentuan Allah tanpa ada pengaruh syaitan, hawa Nafsu dan keduniaan. Banyak kita temui Karomah para wali dijagat raya ini yang diluar kemampuan akal dan fisik manusia biasa untuk membuktikan keagungan dan kebenaran Allah.

 " Ingatlah,sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati (yaitu) orang-orang yang berimandan mereka selalu bertaqwa " (QS.Yunus:62-63)

> Para shalihin (orang-orang yang salih) mendapat Ma'unah karena ketaqwaan mereka kepada Allah dan Istiqomah dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhkan laranganNya.

" Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu " (QS.Al Hujarat:13).

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan " (QS.Al Mujadilah:11).

" Dan Allah mempunyai kelebihan (yang dicurahkan) atas orang-orang yang beriman "(QS.Ali Imran:152).

> Orang-orang yang Kafir atau Fasik mendapat Istidroj yaitu kelebihan yang luar biasa yang menyalahi adat kebisaan manusia dengan jalan bersekutu dengan syaitan atau Jin kafir sebagai uluran azab Allah karena kekafiran atau kefasikan mereka.

" Dan kami lebihkan mereka (Bani Israil) atas yang lain didunia ini "(QS.al Jatsiyah:16)

 

Perintah mencari kelebihan Allah

" Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam " (QS. Al Baqarah:251).

" Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari kelebihanNya. Sesungguhnya AllahMaha mengetahui segala sesuatu " (QS. Annisa:32).

"Dia akan memberi pada tiap-tiap orang yang mempunyai kelebihan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut akan ditimpa siksa hari qiamat " (QS.Huud:2).

 

Ada dua cara untuk memperoleh Kelebihan Allah:

1.       Wahbi atau Ladunni : yaitu kelebihan Allah yang diperoleh dengan jalan wahyu atau ilham tanpa ada usaha, mudah dan cepat mendapatkannya karena langsung dari Allah. Seperti, para Rasul dengan wahyu, Nabi dengan ilham.

2.       Kasbi atau Ikhtiyari : yaitu kelebihan Allah yang diperoleh dengan usaha yang keras, sulit mendapatkannya dan dalam waktu yang relatif lama. Seperti, kelebihan orang shalih yang diperoleh dengan istiqomah beribadah atau menjalankan tasauf dengan Mujahadah dan Riyadhoh yang tinggi.

Setiap manusia dapat memperoleh kelebihan yang Allah sediakan untuknya asalkan mereka mampu menjalannya dengan baik dan hati yang bersih atau Allah memberikan langsung dengan mudah tanpa usaha melalui wahyu atau ilham. Dalam usaha memperoleh kelebihan Allah, ada beberapa tingkat perbedaan manusia sesuai dengan akal dan kebisaan mereka.

1.    Hati anak kecil yang belum sempurna menerima petunjuk Allah, ia dapat mengalami keajaiban Tuhan tetapi tidak dapat mengimpretasikan apa-apa yang dialaminya.

2.    Hati yang kotor karena berbuat maksiat dan mengikuti hawa nafsu sehingga tidak dapat menerima kelebihan Allah sebelum dibersihkan terlebih dahulu.

3.    Hati yang labil masih bimbang mencari sesuatu keduniaan walaupun selalu beribadah belum dapat menerima hakikat ke-Tuhanan kecuali ia meninggalkan kesibukan dunia.

4.    Hati yang bodoh terhadap hakikat ke-Tuhanan ia beribadah tetapi tidak mempelajari tentang hakikat ke-Tuhanan Allah yang sebenarnya atau ia tidak mencari hakikat ke-Tuhanan Allah.

5.    Hati yang terhijab karena pengaruh pengetahuan atau  mengikuti sesuatu ajaran / dogma yang dapat menutup hatinya dari hakikat ke-Tuhanan Allah.   

  

Hati sebagai Wadah Perwujudan Kelebihan Allah

Definisi 

Hati menurut ilmu kedokteran adalah darah hitam yang beku mempunyai bentuk tersendiri letaknya disebelah kiri dada (Heart) berfungsi sebagai penetral darah. Tetapi Imam Al Gazali tidak berbicara tentang bentuk dan fungsinya menurut ilmu kedokteran hanya berbicara menurut pandangan ilmu kebathinan (Tasauf). Hati menurut pandangan Tasauf adalah unsur halus yang bersifat ke-Tuhanan dan metafisik yang berada pada bentuk hati yang bersifat jasmani.

 

Lima Pokok Fungsi Hati 

1. Allah Mengetahui Hati Manusia

" Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang ada didalam hati mereka "(QS.Annisa:62).

"Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang tersembunyikan oleh hati mereka " (QS.Al Mu'min:19).

Manusia hanya dapat memandang sesuatu secara zhahir (nyata) saja tidak dapat menembus apa yang ada dalam hati, maka manusia sering kali tertipu dengan penampilan atau fatamorgana yang sebenarnya menurut pandangan Allah adalah berlainan. Niat dan Prasangka (Zhon) yang menjadi Barometer Allah dalam menilai baik dan buruknya manusia.

Sabda Nabi: " Amal itu hanya tergantung dengan niat " (HR.Bukhari-Muslim).

" Niat seorang mu'min untuk nilai amalnya " (HR.Abu Daud).

" Aku tergantung prasangka hambaKu kepadaKu dan Aku beserta hambaKu apabila ia berzikir kepadaKu " (HR.Bukhari).

 

2. Tempat Pemandangan Allah

"Sesungguhnya Allah tidak memandang pada rupa dan tubuh kamu dan tidak pada harta kamu, tetapi Allah memandang hati dan amal kamu" (HR.Muslim).

Al Gazali berkata:  " Saya heran manusia sangat mengutamakan kebersihan dan keindahan tubuh sedangkan hatinya tidak mereka bersihkan dari kotoran-kotoran bathin dan maksiat, padahal Allah hanya memandang hati mereka sebagaimana firman Allah " (QS.Asy-Syams:7-10).

 

3. Hati Sebagai Penggerak Jiwa dan Semua Anggota Tubuh

Hati di ibaratkan sebagai tuan dan jasad adalah budaknya atau sebagai pemimpin yang mengatur rakyatnya atau sebagai pemilik sesuatu yang dapat melakukan apa saja terhadap yang dimilikinya. Jadi hati adalah pemula yang mengatur dan menggerakkan semua aktivitas anggota tubuh. Jika hati baik maka akan baik pula kelakuan anggota tubuhnya sebaliknya jika hati buruk maka buruk pula kelakuan anggota tubuh dan gerakan hati atas Irodat Allah.

Sabda Nabi:  " Sesungguhnya didalam jasad manusia ada segumpal darah apabila segumpal darah itu baik maka baik pula sekalian anggota tubuh sebaliknya, apabila buruk maka buruk pula anggotanya, ketahuilah yaitu hati " (HR.Bukhari-Muslim).

 

4. Hati adalah Wadah untuk Menampung Keistemewaan Allah

Kelebihan Allah yang diberikan kepada manusia tertampung dalam wadah yang mulia yaitu hati. Kelebihan Allah yang ada pada hati manusia adalah akal, Bashiroh (Mata bathin), Niat, Pengetahuan Ilahi / Hikmah dan yang tertinggi adalah Ma'rifat.

 

>Keutamaan Akal

Akal adalah anggota tubuh yang dapat mengetahui segala hakikat sesuatu secara Rasional dan dapat mempertimbangkan sesuatu yang benar dan yang salah, akal hanya dapat mengetahui hal-hal yang Empiris dan rasional, akal berfungsi berdasarkan gerakan hati. Keputusan akal sering bertentangan dengan kemauan hawa nafsu, karena hawa nafsu selalu mengajak kepada hal yang buruk, akal mempertimbangkan akibat baik atau buruknya.

" Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui " (QS. Al Baqarah:216)

 

>Keutamaan Bashiroh

Bashiroh lebih dikenal dengan istilah mata Bathin atau indra keenam dari indra manusia yang lima. Bashiroh menurut ahli tasauf adalah kekuatan yang ada pada hati dengan cahaya Allah yang dapat melihat sesuatu yang zhahir dan yang bathin. Setiap manusia mempunyai Bashiroh yang dapat difungsikan  dengan  mempelajari ilmu kebatinan dan dilatih untuk melihat sesuatu yang metafisik dengan cara gaib. Misalnya mendeteksi penyakit yang ada dalam tubuh manusia atau meneropong sesuatu yang telah lalu hilang tanpa diketahui keberadaannya.

" Barangsiapa melihat kebenaran maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri dan barangsiapa buta maka kemudharatannya kembali kepadanya " (QS. Al An'am:104)   

 

>Keutamaan Niat

Niat adalah maksud mengerjakan sesuatu disertai dengan pekerjaan, seperti, Niat shalat disertai dengan Takbiratul ihram. Tempat niat adalah di dalam hati oleh karenanya niat mempunyai fungsi utama didalam ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah tidak sah ibadah yang tidak disertai dengan niat.

" Amal itu hanya tergantung dengan niat dan sesungguhnya amal setiap orang sesuai dengan apa yang diniatkannya " (HR.Bukhari-Muslim)

 

>Keutamaan Hikmah

" Allah menganugerahkan al Hikmah kepada siapa yang dikehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahkan al Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran " (QS.al Baqarah:269). Al Hikmah adalah kesempurnaan jiwa seorang dalam pengetahuan sesuatu rahasia dan hukum Allah. Seseorang yang diberikan Allah Hikmah maka ia adalah manusia yang luar biasa karena dapat mengetahui rahasia-rahasia Allah. 

 

>Keutamaan Ma'rifat

Ma'rifat adalah mengenal yang hak pada segala Asma dan sifatNya dengan sebenar-benarnya. Ma'rifat adalah keistimewaan yang tertinggi yang ada pada hati, karena seseorang yang sudah ma'rifat hubungan antaranya dan Allah sudah sangat dekat dan harmonis hingga dirinya menyatu dengan Allah, sifatnya adalah sifat Allah dan semua aktivitasnya adalah qudrat Allah.

" Siapa yang mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya "(al Hadits). Abu Ali Addaqaq berkata: " Kehidupan orang yang Arif selalu tenang tidak ada rasa takut atau bersedih hati dan tingkah lakunya menunjukkan kehebatan Allah ".

 

5. Hati Mempunyai Lima Kelebihan Yang Tidak Ada Pada Anggota Tubuh yang lain

  1. Tempat persaingan iman dan syaitan untuk menguasai

  2. Pengendali gerakan akal dan hawa nafsu

  3. Penggerak anggota tubuh

  4. Obat untuk memperbaiki hati sangat sulit

  5. Banyak penyakit hati

 

Pengetahuan hati lebih utama dibanding pengetahuan akal atau panca indra, karena pengetahuan akal atau indra obyeknya terbatas hanya bersifat Empiris dan Rasional dan sering tertipu oleh obyek yang sedang diamati atau bersifat Spekulatif yang sering mengundang kontradiksi diantara para ilmuwan. Pengetahuan hati mempunyai tiga kelebihan:

  1. Pengetahuan hati tidak terbatas pada sesuatu yang bersifat Empiris dan Rasional tetapi dapat mengetahui sesuatu yang Metafisik dan yang maha Muthlak.

  2. Pengetahuan hati dibimbing oleh Ilahi dengan Wahyu, Intuisi dan Hidayah.

  3. Hati tempat penilaian Tuhan untuk semua amal manusia.        

    

Penghalang Dalam Menerima Kelebihan Allah 

Syaitan selalu berusaha untuk menghalangi usaha manusia dalam mencapai kelebihan Allah dengan bermacam halangan agar manusia tidak dipandang oleh Allah dan jauh dari rahmatNya. "Syaitan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan" (QS.Al Baqarah:268). Ada beberapa penghalang yang menghalangi manusia untuk mencapai kelebihan Allah :

  1. Perbuatan Maksiat

  2. Mengikuti Hawa nafsu

  3. Cinta pada dunia

  4. Mengikuti dogma / ajaran yang dilarang agama.

 

Oleh: Al UstadzAchmad Yani, SAg.

( Anda Bisa Mengikuti " Bimbingan Spiritual " ini di Yayasan NurSyifa' Setiap Minggunya - Gratis ! ).

Yayasan NurSyifa'


Terapi NurSyifa’

" UNTUK MENCAPAI PRESTASI PUNCAK "

 > TERAPI NURSYIFA' :  Berdasarkan Surat Al Fatihah - Al Qur'an dan As Sunnah, Menggunakan Teknologi Al Qur'an yang sangat banyak Manfaatnya dan Canggih. Oleh Karenanya Berjalan melebihi dan diatas Kondisi dan Pemikiran Manusia biasa. ( Sesuatu yang belum pernah Terfikirkan dan Terbayangkan Sebelumnya, Sulit untuk Memaparkan Ke Luarbiasaan-nya, Akan Tetapi Bersifat Nyata Dapat Dirasakan Langsung Manfaatnya ! ).

> Mengapa Terapi NurSyifa' memiliki Efek yang begitu Ajaib? Sebab dalam bimbingan Prinsip diatas-normal Teknologi Al Qur'an akan menghasilkan Efek Penyembuhan, Perbaikan, Keberhasilan yang diatas-normal.

> Bila Ingin memperoleh berbagai Manfaat yang Luarbiasa ini, silahkan datang dan dapatkan Kemampuan Teknologi Al Qur'an yang Diatas Pemikiran Normal dengan mengikuti bimbingan dan berbagai program di Terapi NurSyifa' !

Metode Yang Digunakan >>>


 YAYASAN NURSYIFA'

Jl. Gg. Tembok 26  -  Menteng Raya  -  Jakarta Pusat 10340 - Belakang Gedung Joang '45 -- Hotel Treva Int.  Atau masuk melalui jalan Kantor Pos Cikini. Atau Jl. Kramat 4.

Telpon : 62-21 314 7850, 021 3917929, 021 98877826, Hp.: 0816 14 23923

DENAH LOKASI TEMPAT PRAKTEK >>>

Pengobatan Canggih Teknologi al Qur'an, Terjamin Pasti Sembuhnya>>>

HOME - PENGOBATAN -INFO BARU - INFO INFO - TOPIK MINGGU INI - PENGALAMAN KESAKSIAN - KENANGAN AWAL BISA MENGOBATI - KHAZANAH ISLAMIYAH - PEMAHAMAN ISLAM LEBIH DALAM - KISAH GAIB

TERAPI NURSYIFA' - MENGOBATI & MEMBERI BANYAK HIKMAH YG MANFAAT

 

 

 

^ Alternatif Pengobatan Terapi Nur Syifa' by Haji Mohammad Bambang Irawan S.
Copyright © 2007-2012 [ PT Supra Abadisentosa ]. All rights reserved.
Revised/disempurnakan : 03 July 2012 12:55 .